TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Abstract_TOC.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (185kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (286kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (105kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (525kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (359kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (394kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Chapter 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (108kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (109kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-4669-08.03.411.00041_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (375kB)
Abstract
Debit aliran air digunakan untuk mengetahui potensi sumberdaya air pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai indikator monitoring dan evaluasi neraca air. Kecepatan aliran, serta perbedaan volume debit akan mempengaruhi jumlah partikel yang terangkut dari hulu menuju kehilir. TSS (Total Suspended Solid) merupakan salah satu partikel yang terangkut oleh debit aliran. Ukuran dan diameter TSS (Total Suspended Solid) mempermudah debit aliran untuk membawanya ke hilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debit sungai terhadap sebaran TSS (Total Suspended Solid) dengan cara mengetahui lengkung laju sedimen yang dinyatakan dengan mengkorelasikan data TSS dengan data pengukuran debit aliran sungai. Metodologi analisa debit sungai menggunakan Area- velocity method, yakni dengan mengukur luas penampang basah dan kecepatan aliran, sedangkan untuk analisa TSS (Total Suspended Solid) menggunakan metode gravimetric sesuai SNI 06-6989.3-2004. Pengaruh debit terhadap sebaran TSS diuji menggunakan uji regresi. Hasil analisa menunjukkan besarnya debit air tiap minggu pada setiap stasiun penelitian cenderung mengalami fluktuasi, hal ini yang ditunjukkan besar debit yang terjadi pada setiap minggunya. Untuk stasiun 1, pada minggu 1 debit aliran airnya sebesar 2,79 m3/detik namun saat minggu ke 2 dan ke 3 debit alirannya mengalami peningkatan sebesar 3,6 m3/detik dan 3,47 m3/detik. Pola ini cenderung sama untuk stasiun lainnya selama periode penelitian. Hasil analisa konsentrasi TSS (Total Suspended Solid) pada tiap minggu, untuk minggu 1 konsentrasi TSS tertinggi terdapat pada stasiun 4 profil dasar perairan dengan nilai sebesar 2,12 mg/l, untuk minggu 2 konsentrasi TSS tertinggi terdapat pada stasiun 5 profil kolom yakni sebesar 1,3 mg/l, sedang untuk minggu 3 konsentrasi TSS tertinggi terdapat pada stasiun 7 profil kolom yakni sebesar 1,56 mg/l. Hasil uji regresi diperoleh nilai R2 (koefisien determinasi) menjauhi 1 (permukaan 0,116; kolom 0,305; dasar 0,227) sehingga dapat disimpulkan bahwa debit tidak memiliki pengaruh terhadap besarnya sebaran TSS pada tiap profil (permukaan, kolom, dasar). Hal ini kemungkinan dikarenakan jumlah titik lokasi yang kurang banyak serta waktu pengamatan debit yang terlalu singkat dimana normalnya waktu yang paling baik untuk mengamati fluktuasi debit yakni selama 6 bulan atau yang dapat mewakili musim hujan dan musim kemarau namun dalam penelitian ini waktu pengamatan hanya sebulan, jadi hasil yang diperoleh kurang variatif serta kompetitif.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ONOD BURHANUDIN R. |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TSS (Total Suspended Solid), river flow rate |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 13 Oct 2026 23:16 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:43 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/1047 |
