TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (318kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (309kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (233kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (676kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Chapter5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (333kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (196kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (215kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34669-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (746kB)
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa perilaku komunikasi pada entrepeneur Madura dalam perspektif komunikasi gender. Perilaku komunikasi ini terbagi dalam dua analisis dengan teori Debora Tannen dan Robin Lakoff. Subjek penelitian ini adalah beberapa perempuan dan laki-laki sebagai suami dan istri menjadi pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Metode penelitian menggunakan metode paradigma kritis. Selain itu metode dalam pengumpulan data informan menggunakan metode purposive sampling, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman yang terbagi menjadi tiga alur diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi entrepreneur antara perempuan dan laki-laki sebagai suami dan istri di Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan masih didominasi oleh peran laki-laki dalam berkomunikasi dengan perempuan sebagai pihak internal berupa pesan perintah. Sedangkan, peran perempuan sebagai komunikator dengan pihak eksternal seperti mahasiswa dan pegawai. Dalam aspek komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal, laki-laki cenderung berkomunikasi dengan tegas, dan lugas. Sedangkan perempuan lebih halus dan ramah. Sehingga memunculkan perbedaan bahasa berdasarkan gender teori Deborah Tannen mencerminkan konsep rapport talk pada perempuan yang berfokus pada hubungan dan koneksi sosial, sedangkan laki-laki cenderung menggunakan report talk yang menekankan pada status, jabatan, dan kemandirian. Temuan ini menggarisbawahi pada perilaku komunikasi adanya ketimpangan gender yang terbatas kemampuan pada peran perempuan untuk mengakses, mengontrol, partisipasi, dan manfaat.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FASYA FAILASUFA |
| Department | Ilmu Komunikasi |
| Uncontrolled Keywords | Perilaku Komunikasi; Komunikasi Gender;Entrepeneur Madura;Bahasa dan Gender |
| Divisions | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya > S1 - Ilmu Komunikasi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 21:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10469 |
