TRUNOJOYO-KP-25406-180311100097-MOH. ZAIN FIRDAUS_180311100097_LAPORAN PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Tanaman tebu (Saccharumofficinarum L) merupakan salah satu tanaman yang
tumbuh di Indonesia yang berasal dari dari Papua New Guinea. Pertama kali tebu ditemukan
pada 8.000 sebelum masehi (SM). Lalu, Ekspansi tanaman ini ke arah barat Papua New
Guinea berlangsung pada 6.000 SM. Lalu, tebu mulai menyebar ke Indonesia, Filipina, dan
India. Akan Tetapi, pada saat pertama kali tanaman ini ditemukan belum mendapatkan
perhatian dari bangsa pribumi di Indonesia. Sebab pada saat itu, penduduk asli di Jawa masih
mengonsumsi gula merah untuk menciptakan rasa manis dalam makanan. Gula yang disukai
adalah gula merah yang mereka buat dari nira kelapa atau nira tebu yang dimasak sampai
kental, kemudian dijemur sampai keras. Mereka tidak tertarik untuk menjadikan nira tebu
menjadi gula kristal. Setelah Indonesia merdeka dari kolonialisme, berbagai perkebunan tebu
dan pabrik gula dinasionalisasi sebagai aset nasional.
Saat ini agribisnis tebu milik pemerintah hanya ada di beberapa PT Perkebunan
Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). PT Perkebunan Nusantara
tergabung dalam holding PTPN III, yaitu PTPN VII di Lampung, PTPN IX di Jawa Tengah,
PTPN X danXI di Jawa Timur, serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan. Selain itu, ada
beberapa pabrik gula swasta yang berdiri di Indonesia.Total ada sekitar 64 pabrik gula yang
beroperasi di seluruh tanah air. Namun, dari sisi penyebaran secara geografis masih tidak
proporsional. Sebagian besar pabrik gula ada di Jawa Timur. Jumlahnya mencapai lebih dari
30 unit pabrik. Tidak heran, penyangga terbesar industri gula nasional ada di Jawa Timur.
Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan bibit tebu sangatlah meningkat dengan
adanya eksploitasi besar-besaran dalam waktu yang cepat dan tentunya akan sulit jika
dilakukan melalui teknik konvensional. Terutama pengadaan bibit tebu dalam skala besar,
cepat dan murah merupakan hal yang sangat diperlukan saat ini. Penyediaan bibit unggul
yang berkualitas baik merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam
pengembangan pertanian di masa mendatang khususnya tanaman tebu. Salah satu teknologi
harapan yang banyak dilaporkan dan telah terbukti memberikan keberhasilan adalah melalui
teknik kultur jaringan. Melalui kultur jaringan tanaman tebu dapat diperbanyak setiap waktu
sesuai kebutuhan karena faktor perbanyakannya yang tinggi.
Nurseri Tanaman (BBPPTP) Surabaya Merupakan Balai yang bergerak di bidang
perbenihan, untuk perbanyakan tanaman perkebunan sendiri pihak balai mempunyai pelayanan
atau program secara optimal untuk mempertahankan ketahanan komoditas perkebunan. Pengembangan tanaman tebu di Nurseri Tanaman BBPPTP Surabaya ini dilakukan mulai dari
kegiatan Isolasi Meristem, pembuatan media, Multiplikasi Tunas, Aklimatisasi 1 dan 2. Oleh
karena itu, multiplikasi sangatlah dibutuhkan dalam tahapan kultur jaringan untuk melakukan
perbanyakan tunas sebelum dipindahkan pada tahap aklimatisasi. Dengan adanya hal tersebut
membuat tertarik untuk mengetahui dan mempelajari tentang pengembangan dan efektivitas
kultur jaringan pada tanaman tebu.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MOH. ZAIN FIRDAUS |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | TEBU PS882; BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 21:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10460 |
