TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (801kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (358kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (791kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Chapter4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (975kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (345kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (347kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-34664-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Penggunaan pasir silika dalam pengecoran logam meningkat pesat, namun ketersediaannya semakin menurun. Sebagai alternatif, fly ash (abu terbang) dapat digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada pasir silika. Penelitian ini membahas tentang hasil pengecoran menggunakan fly ash menggunakan fraksi campuran material alumunium 5052 dan 6061 dengan memvariasikan temperatur penuaan dan waktu penahanan terhadap kekuatan impak dan cacat hasil pengecoran. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak variasi temperatur penuaan dan waktu penahanan terhadap dua parameter tersebut. Metode yang digunakan adalah ANOVA dua arah untuk menganalisis data. Variabel bebas yang digunakan adalah temeperatur penuaan 200oC, 3000C, 400oC dan waktu penahanan 1, 2, 3 jam dengan variabel terikat nilai kekuatan impak dan cacat hasil pengecoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur penuaan dan waktu penahanan memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan impak dan cacat hasil pengecoran. Variasi temperatur penuaan dan waktu penahanan mempengaruhi kekuatan impak, dengan nilai tertinggi ditemukan pada komposisi 400oC temperatur penuaan dan 3 jam waktu penahanan (1,2108 J/mm²), dan nilai terendah ditemukan pada komposisi 200oC temperatur penuaan dan 1 jam waktu penahanan (1,1450 J/mm²). Untuk cacat hasil pengecoran, komposisi 300oC temperatur penuaan dan 1 jam waktu penahanan menghasilkan nilai tertinggi luas dimensi cacat (9,73 mm), dan komposisi 400oC temperatur penuaan dan 1 jam waktu penahanan menghasilkan nilai terendah (2,93 mm). Hasil eksperimen tersebut menunjukkan bahwa perubahan variasi temperatur penuaan dan waktu penahanan mempengaruhi kedua parameter tersebut secara signifikan, dengan variasi tertentu meningkatkan kekuatan impak namun mengurangi luas dimensi cacat, serta sebaliknya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUHAMMAD AKBAR FIRMANSYAH |
| Department | Teknik Mesin |
| Uncontrolled Keywords | Fly ash; Kekuatan impak; Porisitas; Temperatur Penuaan; Waktu Penahanan; Pengecoran; Pasir Cetak; Alumunium 5052; Alumunium 6061 |
| Divisions | Fakultas Teknik > S1 - Teknik Mesin |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 21:40 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10446 |
