TRUNOJOYO-KP-34631-210341100078_Laporan_PKL_IKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Ekosistem pesisir merupakan kumpulan dari berbagai jenis hayati maupun non-hayati yang bermanfaat dalam peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Ekosistem pesisir saling terkait satu sama lain dalam sistem ekologi atau ekosistem. Keseimbangan antar ekosistem saling berpengaruh satu sama lain jika adanya perubahan pada salah satu ekosistem. Ekosistem pada wilayah Indonesia salah satunya yaitu gumuk pasir (Hartanto, 2011; Riyanto et al., 2023). Gumuk pasir adalah gundukan atau bukit-bukit yang terbentuk karena adanya kekuatan angin dalam membawa pasir sehingga tergabung pada tempat tertentu dan juga terpengaruh oleh adanya vegetasi pada lingkungan tersebut. Salah satu gumuk pasir yang ada di Indonesia yaitu gumuk pasir Parangtritis yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tipe barchan. Tipe barchan merupakan salah satu jenis gumuk pasir yang langkah dan hanya ada di Indonesia dan Meksiko, karena tidak semua gumuk pasir berentuk barchan atau bulan sabit (Khatimah et al., 2018; Ningrum et al., 2021).
Gumuk pasir parangtritis merupakan gumuk pasir yang terbentuk karena adanya proses aeolian. Proses aeolian ini tentunya sangat dipengaruhi oleh
angin dalam proses pembentukannya (Altameemi dan Al Taei, 2022). Hasil dari proses aeolian salah satunya yaitu gumuk pasir yang dapat ditemukan pada wilayah pesisir. Faktor lain yang dapat menghambat proses aeolian yaitu faktor antropogenik (Sunarto et al., 2018). Penetapan gumuk pasir sebagai kawasan geoheritage ditetapkan dalam Keputusan Mentri Energi dan Sumberdaya Mineral Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021 tentang Penetapan gumuk pasir sebagai kawasan geoheritage, hal tersebut dikarenakan luasan gumuk pasir terus menurun disetiap tahunnya. Geoheritage merupakan warisan geologi yang terbentuk secara alami serta memiliki nilai tinggi karena dapat mereprentasikan rekaman proses geologi yang saling berhubungan dengan keilmuan yang merupakan bagian penting dari sejarah dinamika yang ada di bumi Samodra, 2016; Anwar dan Barlian, 2019).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NUR MAULIDIYAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Gumuk Pasir; Pembagian Zona Gumuk Pasir; Citra Unmanned Aerial Vehicle (UAV); Parangtritis Geomaritime Science Park |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 21:22 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:55 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10325 |
