TEKNIK KULTUR JARINGAN KALUS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PUSAT PENELITIAN GULA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI

DODI ANDREAN WIJAYA (2019) TEKNIK KULTUR JARINGAN KALUS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DI PUSAT PENELITIAN GULA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-25365-160311100031-Laporan Pkl Dodi Andrean Wijaya 160311100031.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-25365-160311100031-Laporan Pkl Dodi Andrean Wijaya 160311100031.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pelaksanaan PKL ini difokuskan pada kegiatan budidaya tanaman tebu secara
kultur jaringan. Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditas
penting bagi Indonesia karena mempunyai nilai strategis dan ekonomis yang tinggi
sebagai bahan baku pembuatan gula. Untuk memenuhi kebutuhan gula yang terus
meningkat setiap tahunnya, baik pemerintah maupun swasta berupaya meningkatkan
produksi gula melalui peningkatan produktivitas tanaman tebu dan perluasan areal
penanaman. Pada tahun 2013, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian,
telah menetapkan target produksi gula sebanyak 2,82 juta ton bibit, dengan
produktivitas 80 t/ha, rendemen 7,75%, dan diperlukannya pertanaman tebu seluas
454.297 ha (Sukmadjaja, 2013). Apabila 30% dari luasan tersebut dilakukan bongkar
tanam baru, maka dibutuhkan bibit yang sangat banyak, sekitar 3,4 miliar mata tunas.
Sampai saat ini, pengadaan bibit tebu dilakukan melalui tahapan penjenjangan
kebun pembibitan, mulai dari Kebun Bibit Pokok Utama (KBPU), Kebun Bibit Pokok
(KBP), Kebun Bibit Nenek (KBN), Kebun Bibit Induk (KBI), hingga Kebun Bibit
Datar (KBD), sebagai sumber bibit bagi penanaman Kebun Tebu Giling (KTG).
Pembibitan tebu secara konvensional diperkirakan tidak akan cukup untuk memenuhi
jumlah kebutuhan bibit tebu yang diperlukan. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan
dari bibit tanaman tebu salah satunya dengan menggunakan teknik kultur jaringan atau
kultur in vitro.
Pengetahuan dan penguasaan sistem regenerasi dari tiap-tiap varietas tanaman
tebu secara in vitro sangat diperlukan karena sangat menentukan dalam program
peningkatan produktivitas tanaman tebu melalui pemanfaatan bioteknologi, baik untuk
keperluan perbanyakan, perbaikan varietas, maupun transformasi gen. Aplikasi bidang bioteknologi tanaman melalui teknik kultur jaringan saat ini diyakini sebagai metode
yang ampuh dalam mengatasi permasalahan produksibibit tanaman. Selama kurang
lebih tiga puluh tahun nterakhir, aplikasi kultur jaringan tanaman semakin meluas
penggunaannya terutama dalam menyediakan bibit tanaman secara massal, cepat,
murah, dan bebas patogen pada tanaman holtikultura, tanaman pangan, dan tanaman
industri (Behera dan Sahoo, 2009).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DODI ANDREAN WIJAYA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords TEBU; PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 21:20
Last Modified 24 Oct 2026 16:55
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/10315

Actions (login required)

View Item
View Item